You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Personel Gabungan Survei Lokasi Pembangunan Saluran Air di Cilangkap
photo Nurito - Beritajakarta.id

Personel Gabungan Survei Lokasi Pembangunan Saluran Air di Cilangkap

Sebanyak 20 personel gabungan melakukan tinjauan ke lokasi pembangunan saluran air di Jl Raya Setu-Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (20/5). Tinjauan dilakukan terkait dengan akan dibangunnya saluran air sepanjang 943 meter dan 772 meter di lokasi tersebut.

Survei lapangan untuk mengecek utilitas apa saja yang akan terdampak

Personel gabungan dari Sudin Sumber Daya Air (SDA), Dinas SDA DKI, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI serta aparatur kelurahan ini melakukan pengecekan utilitas yang akan terkena dampak dari pembangunan proyek tersebut.

Kasi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri mengatakan, tinjauan lapangan untuk mengetahui titik awal proyek pembangunan saluran air sekaligus mengecek utilitas apa saja yang akan terkena dampaknya. Karena di lokasi tersebut banyak pohon yang berdiri di pinggir jalan dan akan terkena dampak pembangunan. Selain itu juga ada jaringan pipa air bersih dan gas.

Sudin SDA Jaktim akan Bangun Delapan Saluran Air

"Survei lapangan untuk mengecek utilitas apa saja yang akan terdampak. Makanya kita libatkan pihak terkait untuk mencari kesepakatan bersama. Karena akan ada dampak pembangunan saluran air. Mulai dari kemacetan lalu lintas, kebisingan hingga penebangan pohon di lintasan saluran air,” kata Saugi.

Menurutnya, pembangunan saluran air tersebut rencananya mulai dikerjakan pekan ini. Targetnya dalam waktu 2,5 bulan pekerjaan akan tuntas.

Saluran air yang dibangun itu ada dua titik di lokasi yang sama. Panjangnya 943 meter dan 772 meter dengan kedalaman sekitar 1-1,5 meter. Material yang digunakan menggunakan beton U Ditch dengan lebar bervariasi antara  60-80-100-120 sentimeter.

“Saat pembangunan berjalan kami mohon warga bersabar karena pasti ada dampak pembangunan. Namun dampak itu kita minimalisir semaksimal mungkin," lanjut Saugi.

Sementara, Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Christian Tamora Hutagalung mengungkapkan, ada sekitar 47 pohon yang diprediksi harus ditebang karena berada di area yang akan dibangun saluran air.

Namun setelah dilakukan identifikasi dan pengamatan bersama unsur masyarakat, pemerhati lingkungan, akhirnya bisa diminimalisir. Hingga akhirnya hanya akan ada tujuh pohon yang terkena dampak pembangunan.

“Prinsip kita bagaimana mempertahankan ketegakan pohon, agar tidak menghilangkan manfaat ekologisnya. Makanya kita upayakan semaksimal mungkin. Sehingga dari rencana ada 47 pohon kini hanya tujuh pohon yang ditebang karena proyek saluran air itu,” pungkas Christian.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye30547 personNurito
  2. Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

    access_time07-04-2026 remove_red_eye2935 personTiyo Surya Sakti
  3. Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN

    access_time07-04-2026 remove_red_eye2784 personDessy Suciati
  4. Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

    access_time08-04-2026 remove_red_eye1946 personFolmer
  5. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1356 personFakhrizal Fakhri